Senin, 21 Maret 2016

Memburu Meteor Eta Aquarids dan Bima Sakti di Ketinggian Dieng

Langit malam di Puncak Gunung Prau, Jawa Tengah. Kredit: Arga Andriyan.
Akhir Maret 2016 adalah waktu pergantian musim hujan menjadi musim kemarau di Indonesia. Langit malam yang biasanya berawan bahkan hujan pun akan berangsur-angsur cerah selama musim kemarau. Tentu ini menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu bagi para pecinta keindahan langit malam. Karena keindahannya akan tersibak dari balik tirai awan yang biasa menyelimuti.

Mengawali musim kemarau tahun ini kita semua di Indonesia akan dijamu oleh fenomena tahunan yang selalu dinanti. Yaitu hujan meteor Lyrids dan Eta Aquarids yang puncaknya berdekatan. Hujan meteor Lyrids mencapai puncak pada 22-23 April 2016. Sedangkan hujan meteor Eta Aquarids mencapai puncak pada 4-5 Mei 2016.

Meski sama-sama memuncak di awal musim kemarau namun kedua hujan meteor ini tidak lantas sama-sama diidolakan tahun ini. Puncak hujan meteor Lyrids yang bertepatan dengan bulan purnama menjadi kekurangan terbesarnya. Karena cahaya terang dari bulan purnama akan menghalangi meteor-meteor redup untuk bisa terlihat. Sedangkan hujan meteor Eta Aquarids barangkali akan lebih dinanti karena puncaknya ketika bulan sabit. Sehingga cahaya bulan tidak akan terlalu terang dan meteor-meteor redup pun lebih mungkin terlihat.

Pada awal Mei nanti bukan hanya meteor-meteor Eta Aquarids yang akan memikat. Gelapnya langit selama fase bulan sabit pun akan menyibak keindahan piringan Bima Sakti yang membentang dari langit utara hingga selatan. Dimana "jantung" Bima Sakti akan terlihat paling terang di antara rasi Scorpius dan Sagitarius. Meyaksikan keindahan hujan meteor dengan latar Bima Sakti tentu kan menjadi pengalaman yang tidak akan terlupa.

Namun tentu saja, untuk memperoleh langit yang gelap tidak cukup hanya menghindari cahaya bulan. Polusi cahaya yang berasal dari lampu-lampu di setiap sudut kota bisa juga sangat menggangu. Sehingga jika tidak ingin kecewa melewatkan puncak hujan meteor Eta Aquarids berlatar Bima Sakti maka kita harus berburu ke pelosok desa-desa. Di mana langit malam di sana masih bersih dari polutan cahaya lampu-lampu pemukiman.

Untuk memburu meteor Eta Aquarids dan Bima Sakti ini Kalian tidak harus pergi sendiri. Karena kami telah menyiapkan tour pengamatan hujan meteor Eta Aquarids dan Bima Sakti di Dataran Tinggi Dieng. Sehingga Kalian bisa ikut bersama kami mengagumi perpaduan antara keindahan langit dan keindahan muka bumi. Menarik bukan?

Wisata 3 Hari 2 Malam di Dataran Tinggi Dieng

Paket wisata yang kami siapkan selama 3 hari 2 malam berlangsung antara 1-3 Mei 2016. Pemilihan waktu tersebut telah kami sesuaikan untuk menghindari keramaian long weekend antara 5-7 Mei 2016. Juga dengan mempertimbangkan pada waktu itu sudah mendekati puncak hujan meteor Eta Aquarids dan fase bulan sabit. Kegiatan selama berwisata di Dataran Tinggi Dieng adalah sebagai berikut:

Minggu, 1 Mei 2016

  • 07:30-08:00 Meeting point Terminal Mendolo, Wonosobo
  • 08:00-08:30 Menuju Telaga Menjer
  • 08:30-09:00 Explore Telaga Menjer
  • 09:00-09:30 Menuju Dieng
  • 09:30-12:00 Explore Telaga Warna, Kawah Sikidang, dan Komplek Candi Arjuna
  • 12:00-13:00 Istirahat
  • 13:00-14:00 Menuju basecamp persiapan pendakian
  • 14:00-18:00 Perjalanan menuju Puncak Prau
  • 18:00-18:30 Tiba di tempat kemp
  • 18:30-19:00 Makan malam
  • 19:00-20:00 Sosialisasi tentang hujan meteor Eta Aquarids
  • 20:00-21:00 Sosialisasi teknik memotret meteor Eta Aquarids dan Bima Sakti
  • 22:00-01:00 Mengamati hujan meteor Eta Aquarids dan Bima Sakti

Senin, 2 Mei 2016

  • 01:00-02:00 Mengamati Bulan, Mars, dan Saturnus dengan teleskop
  • 02:00-05:00 Istirahat
  • 05:30-07:00 Menanti matahari terbit
  • 07:00-08:00 Packing persiapan turun
  • 08:00-12:00 Perjalanan turun kembali menuju hotel
  • 12:00-13:00 Bersih-bersih dan makan siang
  • 13:00-16:00 Istirahat
  • 16:00-17:00 Mengunjungi pusat oleh-oleh
  • 17:00-18:00 Kembali menuju penginapa
  • 18:00-19:00 Makan malam
  • 19:00-21:00 Kuis tanya jawab seputar hujan meteor Eta Aquarids
  • 21:00-01:00 Mengamati hujan meteor Eta Aquarids dan Bimasakti

Selasa, 3 Mei 2016

  • 01:00-05:00 Istirahat
  • 05:00-08:00 Mengunjungi Bukit Scoter
  • 08:00-09:00 Sarapan pagi
  • 09:00-10:00 Explore Bukit Sidengkeng
  • 10:00-12:00 Berendam di pemandian air panas
  • 12:00-12:30 Kembali ke penginapan untuk packing
  • 12:30-13:30 Perjalanan menuju Wonosobo
  • 13:30-14:30 Wisata kuliner mie ongklok
  • 14:30-15:00 Menuju Terminal Mendolo
  • 15:00-16:00 Kembali ke kota masing-masing dengan penuh kenangan

Ketentuan Harga dan Pembayaran

Untuk menikmati paket tour “Memburu Meteor Eta Aquarids dan Bima Sakti di Ketinggian Dieng” harga dan pembayaran yang kami tawarkan adalah sebagai berikut:
  • Total biaya Rp. 950.000,- dengan kewajiban membayar uang pendaftaran Rp. 350.000,- hingga paling lambat 27 April 2016. Dan sisanya sebesar Rp. 600.000,- dibayar paling lambat 27 April 2016.
  • Untuk pembayaran silahkan hubungi Donna via Telpon/WhatsApp/SMS ke 081240402578.
  • Pembatalan keikutsertaan akan mendapat pengembalian uang selain uang pendaftaran Rp. 350.000,- jika telah melunasi.

3 komentar:

  1. Harus membawa atau menggunakan jenis kamera dan lensa tertentu kah?
    Saya masih newbie min, belum terlalu memahin dunia fotografi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Disarankan bawa kamera DSLR, tidak perlu lensa tertentu kok.

      Hapus

Silahkan berkomentar atau hubungi kami via email ke admin@jejaklangit.com.