Selamat Datang!

Ini adalah situs web resmi Klub Astronomi Jejak Pengamat Langit

  • Kegiatan Daring

    Selain mengadakan kegiatan offline di berbagai daerah di Indonesia, kami juga aktif di ranah daring untuk menyebarluaskan astronomi melalui InfoAstronomy.org dan Kalastro.id

  • Komitmen

    Komitmen kami adalah menciptakan wadah bagi masyarakat luas yang menyukai astronomi dengan cara sederhana, menarik, dan mengasyikan bagi seluruh kalangan.

  • Pertumbuhan Cepat

    Saat ini kami memiliki lebih dari 250 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Para anggota ini merupakan anggota aktif yang kesemuanya merupakan pencita astronomi yang akhirnya mendapatkan wadah untuk berbagi.

  • Kegiatan Kami

    Astronomi Itu...

    Astronomi itu, menyatukan. Astronomi mempererat persaudaraan. Astronomi membuat kita sadar kecilnya kita di alam semesta yang maha luas. Tak perlu pengakuan, namun tetap satu tujuan.

    Cerita Terkini

    Senin, 16 Januari 2017

    LOG: Pertemuan di Planetarium Jakarta, 13 Januari 2017

    Foto bersama setelah nonton teater bintang di Planetarium TIM. Dokumen Jejak Pengamat Langit.
    Pada 13 Januari 2017, klub astronomi Jejak Pengamat Langit sukses mengadakan acara nonton pertunjukan bintang di Planetarium Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 50 orang baik anggota maupun non-anggota, baik dari Jakarta maupun non-Jakarta.

    Ini merupakan acara pertemuan pertama kami dengan anggota klub di Jakarta, yang mana sebelumnya selalu dilakukan di Jawa Tengah. Pertemuan di Planetarium TIM ini diadakan untuk mendekatkan diri kepada anggota yang berada di wilayah Jawa Barat.

    Terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir, khususnya bagi anggota klub astronomi Jejak Pengamat Langit yang bersedia membantu pengurus menjadi panitia acara ini; Qisthan, Tri, Puji, dan Vice.

    Berikut beberapa foto pada pertemuan 13 Januari 2017:

    Tim panitia. Dari kiri ke kanan; Vice, Madhonna,Tri, Qisthan, Puji. Kredit: Osep Chaerul Anwar
    Beberapa anggota klub astronomi JPL yang datang. Kredit: Osep Chaerul Anwar
    Selfie Time! Kredit: Osep Chaerul Anwar
    Dan acara pun berakhir.. Kredit: Osep Chaerul Anwar

    Sabtu, 03 Desember 2016

    Blue Fire Kawah Ijen: Satu dari Hanya Dua di Dunia!

    Blue fire di Kawah Ijen, Banyuwangi adalah fenomena api abadi berwarna biru yang muncul dari celah-celah tebing Kawah Ijen pada malam hari. Blue fire terjadi akibat pembakaran sempurna antara senyawa asam yang secara alami dihasilkan oleh Gunung Ijen dengan oksigen. Selain menakjubkan blue fire pun begitu langka. Diketahui fenomena blue fire hanya bisa ditemui di dua (ya, cuma dua!) tempat di dunia. Satu di Indonesia dan satu di Islandia.

    Blue fire Kawah Ijen. Via: Rizki Rahmatia.

    Pemandangan cahaya biru terang di antara tebing tinggi dan gelap malam membuat blue fire menjadi incaran banyak orang ketika berwisata ke Kawah Ijen. Bukan cuma wisatawan domestik namun hingga wisatawan mancanegara. Tidak heran jika kemudian blue fire dijadikan salah satu destinasi unggulan yang ada di Banyuwangi, bahkan Indonesia. Dan kita yang berada di Indonesia tentu tidak boleh melewatkan kemewahan di rumah sendiri.

    Blue Fire Kawah Ijen

    Kawah Ijen berada di puncak Gunung Ijen dengan ketinggian 2.443 meter di atas permukaan laut. Kawah Ijen adalah kawah asam terluas di dunia. Luas kawah mencapai 5.466 hektar dan kedalaman mencapai 200 meter. Megahnya Kawah Ijen bahkan membuatnya lebih mirip danau daripada kawah. Ya, danau di puncak gunung dengan warna hijau toska. Sungguh indah. Dan masih dari Kawah Ijen kita pun bisa melihat deretan gunung lain yang ada di kompleks Pegunungan Ijen. Di antaranya Gunung Merapi, Gunung Raung, Gunung Suket, dan Gunung Rante.

    Kaldera Gunung Ijen. Kredit: Martin Marthadinata.

    Karena tingginya keasaman di Kawah Ijen membuat senyawa asam terlepas hingga dalam bentuk gas dengan aroma menyengat. Gas asam inilah yang secara alami terbakar dengan oksigen membentuk fenomena yang kita kenal sebagai blue fire. Satu yang menarik adalah bahwa tanpa terjadinya blue fire maka gas senyawa asam akan terakumulasi. Sehingga dengan konsetrasi keasaman yang tinggi gas ini bisa beracun dan mematikan.

    Namun ancaman bukan hanya berasal dari Kawah Ijen semata. Gunung Ijen sendiri adalah raksasa yang tengah tertidur panjang. Itu karena Gunung Ijen termasuk gunung yang masih aktif sampai sekarang. Gunung Ijen tercatat mengalami erupsi terakhir pada tahun 1999. Dimana dalam satu abad Gunung Ijen bisa mengalami erupsi hingga 3 kali. Dan itu sama sekali belum terjadi abad ini.

    Tapi tentu saja itu semua bukan untuk kita takuti. Gunung Ijen dan Kawah Ijen tidak lain adalah si cantik yang perlu kita perlakukan secara hormat. Tanpa rasa telah mengalahkannya hanya karena telah sampai pada puncaknya.

    Dimana Lokasi Kawah Ijen?


    Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur. Dengan begitu untuk sampai ke Kawah Ijen bisa memulai perjalanan dari Bondowoso ataupun Banyuwangi. Meski begitu rute dari Banyuwangi barangkali lebih mudah khususnya bagi wisatawan dari luar provinsi karena telah terhubung dengan kereta api dan pesawat. Untuk kereta api kita bisa berangkat dari Surabaya menuju Banyuwangi dengan Kereta Probowangi.

    Dari Banyuwangi perjalanan dimulai menuju Licin sejauh 15 Km dengan kendaraan umum. Kemudian dari Licin menuju Paltuding sejauh 18 Km dengan ojek dan diteruskan sejauh 6 Km menggunakan Jeep sebelum ke Paltuding. Setelah sampai di Paltuding ada baiknya beristirahat sejenak di penginapan setempat untuk memulai perjalanan menuju Kawah Ijen pada dini hari. Karena pendakian akan dilakukan pada malam hari disarankan pula untuk mencari guide untuk menemani.

    Kapan Sebaiknya Melihat Blue Fire?

    Sebagaimana pendakian gunung pada umumnya, menuju ke Kawah Ijen pun sebaiknya dilakukan selama musim kemarau antara April-September setiap tahunnya. Alasannya sudah jelas untuk menghindari kemungkinan hujan ketika pendakian yang membuat jalan semakin licin dan berbahaya. Selain itu jika dipaksakan pun blue fire akan sulit terlihat jika sedang hujan. Jadi jika ingin melihat blue fire di Kawah Ijen sebaiknya siapkan agenda jauh-jauh hari.

    Blue Fire Kawah Ijen. Kredit: Haryadi Wijaya.

    Sedangkan waktu terbaik untuk melihat blue fire adalah pada dinihari antara pukul 01:00-03:00 WIB. Jadi jika ingin sampai ke Kawah Ijen tepat waktu maka kita harus melakukan pendakian mulai awal malam hari. Sedangkan seusai melihat blue fire bisa dilanjutkan dengan berburu matahari terbit di ketinggian. Cukup menarik bahwa karena Banyuwangi adalah wilayah paling timur di Jawa maka matahari terbit di Banyuwangi adalah yang pertama di Jawa.

    Kamis, 01 September 2016

    Empat Hari Menjelajah Ijen, Bromo, hingga Bimasakti

    Bentang Bimasakti. Kredit: Martin Marthadinata.

    Sebagai komunitas dan penyelenggara tour astronomi di Indonesia, kami begitu antusias untuk mempersiapkan agenda pada tahun 2017. Dengan melakukan kalkulasi terhadap berbagai fenomena astronomi dan pemilihan lokasi, kami berusaha memberi pilihan yang paling menguntungkan. Dan kini kami pun telah menentukan satu agenda perjalanan dan pengamatan yang harus kamu pertimbangkan!

    Berlangsung pada Kamis-Minggu, 27-30 April 2017, kami akan menyelenggarakan perjalanan menuju Ijen, Baluran, hingga Bromo. Dengan edukasi dan pengamatan pada hilal, hujan meteor, hingga Bimasakti. Dalam waktu lebih lama, destinasi lebih banyak, dan objek astronomi lebih beragam, diharapkan tour astronomi ini akan lebih berkesan.


    Status Tur: Masih Dibuka (Kuota Sisa 3 Orang)


    Destinasi

    Destinasi Trip Ijen-Bromo.

    Hari pertama kita akan bersama-sama melakukan pendakian ke Kawah Ijen di Puncak Gunung Ijen. Pendakian akan dilakukan pada malam hari selama kurang lebih 2 jam perjalanan. Kawah Ijen adalah kawah asam terbesar di dunia dengan warna hijau toska yang menawan. Selain pemandangan kawah yang luas kita pun akan melihat kemunculan blue fire. Yaitu fenomena api abadi berwarna biru di tepian kawah pada malam hari. Blue fire di Kawah Ijen bahkan menjadi satu dari hanya dua di dunia!

    Hari kedua perjalanan akan kita lanjutkan menuju ke Savana Bekol di Baluran. Di Savana Bekol kita akan melihat pemandangan padang rumput yang sering menjadi khas di Benua Afrika. Karena kita akan ke sana pada awal musim kemarau maka savana yang akan terlihat masih berwarna hijau. Selain ke savana kita pun akan ke Pantai Bama yang letaknya cukup berdekatan. Pemandangan savana dan pantai tentu akan menjadi penghilang lelah setelah pendakian sebelumnya.

    Dimana pemandangan gunung paling terkenal di Indonesia? Bromo jawabannya! Dan pada hari ketiga dan keempat kita akan menghabiskan waktu menjelajahi keindahan Bromo. Selama di Bromo kita akan mengunjungi beberapa destinasi sekaligus. Antara lain adalah Penanjakan, Pasir Berbisik, dan Kawah Bromo. Dari ketinggian kita pun akan melihat pemandangan sunrise di Bromo yang memesona. Meski cantik namun Bromo cukup dingin. Jadi jangan lupa siapkan baju hangat ya.

    Itinerary

    Mulai: Stasiun Gubeng, Surabaya, 27 April 2017 11:00 WIB
    Akhir: Stasiun Gubeng, Surabaya, 30 April 2017 16:00 WIB

    Kamis, 27 April 2017
    • Mepo di Stasiun Gubeng, Surabaya pukul 11:00 WIB
    • Perjalanan menuju Kawah Ijen
    • Tiba di Paltuding sore hari lalu membuat tenda
    • Edukasi tentang hilal
    • Menyaksikan sunset dan pengamatan hilal
    • Pengenalan bintang-bintang dengan aplikasi
    • Pelatihan fotografi Bimasakti
    • Memotret Bimasakti

    Jum'at, 28 April 2017
    • Mulai pendakian ke Kawah Ijen dinihari
    • Tiba di Kawah Ijen dan menyaksikan blue fire
    • Setelah sunrise kembali menuju tenda
    • Berkemas dan menuju Baluran
    • Tiba di Baluran siang hari
    • Menjelajah Savana Bekol dan Pantai Bama
    • Check in ke Homestay sore hari
    • Edukasi tentang hujan meteor
    • Pengamatan hujan meteor dan Bimasakti

    Sabtu, 29 April 2017
    • Bangun berburu sunrise di Pantai Bama
    • Kembali ke homestay kemudian check out
    • Mulai perjalanan dari Baluran ke Bromo
    • Tiba di Bromo sore hari dan check in ke homestay
    • Jalan-jalan malam sekitaran Bromo
    • Pengamatan hujan meteor dan Bimasakti

    Minggu, 30 April 2017
    • Menuju Penanjakan, Bromo dengan Jeep pada dinihari
    • Tiba di Penanjakan, Bromo untuk berburu sunrise
    • Menuju Lautan Pasir dan Kawah Bromo
    • Melanjutkan ke Savana dan Pasir Berbisik
    • Kembali ke homestay dan check out
    • Mulai perjalanan menuju Surabaya
    • Tiba di Stasiun Gubeng, Surabaya pukul 16:00 WIB

    Fasilitas
    • Long Elf eksekutif (AC)
    • BBM dan supir berpengalaman
    • Guide profesional
    • Parkir dan Tol
    • Tiket ke Bromo
    • Jeep Bromo
    • Homestay di Bromo, sekamar 3 orang
    • Tiket ke Ijen
    • Tenda di Ijen, setenda 3 orang
    • Tiket ke Baluran
    • Homestay Baluran, sekamar 3 orang
    • Makan 10 kali

    Harap Dibawa
    • Obat-obatan dan keperluan pribadi
    • Perlengkapan pendakian
    • Pakaian tebal dan hangat
    • Aplikasi peta bintang

    Harga dan Pembayaran

    • Harga bagi Member Jejak Pengamat Langit Rp 1.450.000,- dan umum Rp 1.600.000,-
    • Uang muka Rp 350.000,- dan sisanya dibayar paling lambat pada 13 Maret 2017
    • Pendaftaran ditutup pada 13 Maret 2017 atau saat kuota peserta sudah penuh

    Minggu, 24 Juli 2016

    Star Party Hujan Meteor Delta Aquarid di Kota Batu


    Sebelum kami berangkat tur ke Karimunjawa, Jawa Tengah pada 12 Agustus 2016 untuk mengamati Hujan Meteor Perseid, kami akan mampir terlebih dahulu ke salah satu kota tercantik di Jawa Timur, Kota Batu!

    Kota Batu kami jadikan lokasi untuk pengamatan Hujan Meteor Delta Aquarid yang akan mencapai puncaknya pada 29–30 Juli 2016. Pada puncaknya nanti, diperkirakan akan ada 15 sampai 20 meteor per jam yang bakal menghiasi langit malam.

    Pengamatan Hujan Meteor Delta Aquarid di Kota Batu ini kami akan selenggarakan di Villa Lulu pada 30–31 Juli 2016 (2H1M), saat akhir pekan, sehingga siapapun bisa ikut serta dalam star party ini.

    Adapun rincian kegiatannya sebagai berikut:
    • Biaya non-member: Rp 150.000 (sudah termasuk 1x sarapan pagi).
    • Member Klub Astronomi Jejak Pengamat Langit mendapat diskon 10%.
    • Meeting point di Alun Alun Batu, diharapkan peserta star party membawa kendaraan sendiri.
    • Dari meeting point, kita akan berangkat bersama-sama ke lokasi pengamatan.
    • Di lokasi pengamatan, akan ada sedikit penjelasan dari kami terkait hujan meteor ini.
    • Selain berburu meteor, nanti juga akan dibuka kelas astrofotografi memotret galaksi Bima Sakti. Jadi untukmu yang punya kamera digital, jangan lupa dibawa ya!

    Pendaftaran peserta hubungi Donna (SMS/WA) 0812 4040 2578 dengan format sebagai berikut:
    • #StarPartyBatu / Nama Lengkap / Domisili / Jumlah Orang yang Ikut.
    • Contoh: #StarPartyBatu / Riza Miftah Muharram / Jakarta / 1 orang.

    Setelah SMS/WA, nanti akan diberitahukan lagi apa yang harus dilakukan dan dipersiapkan.

    Yuk gabung, sampai jumpa di Kota Batu!