Ikuti Penjelajahan Alam Sambil Observasi Langit!

Imagination will often carry us to worlds that never were. But without it we go nowhere.
Carl Sagan

  • Kegiatan Daring

    Selain mengadakan kegiatan offline di berbagai daerah di Indonesia, kami juga aktif di ranah daring untuk menyebarluaskan astronomi melalui InfoAstronomy.org dan Kalastro.id

  • Komitmen

    Komitmen kami adalah menciptakan wadah bagi masyarakat luas yang menyukai astronomi dengan cara sederhana, menarik, dan mengasyikan bagi seluruh kalangan.

  • Pertumbuhan Cepat

    Saat ini kami memiliki lebih dari 250 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Para anggota ini merupakan anggota aktif yang kesemuanya merupakan pencita astronomi yang akhirnya mendapatkan wadah untuk berbagi.

  • Kegiatan Kami

    Astronomi Itu...

    Astronomi itu, menyatukan. Astronomi mempererat persaudaraan. Astronomi membuat kita sadar kecilnya kita di alam semesta yang maha luas. Tak perlu pengakuan, namun tetap satu tujuan.

    Cerita Terkini

    Senin, 25 September 2017

    Eclipse Party Lombok: Dari Red Moon sampai Pink Beach

    Bersiaplah untuk merayakan pesta gerhana tahun depan. Sebab selama tahun 2018 akan ada dua kali gerhana bulan total di Indonesia. Jadi nanti kita bisa melihat dua kali bulan purnama berwarna kemerahan saat gerhana berlangsung. Semua gerhana bulan total menarik karena sama-sama berdurasi panjang lebih dari satu jam. Gerhana bulan pertama pada 31 Januari dan gerhana bulan kedua pada 28 Juli.

    Gerhana bulan total. Kredit: pratidintime.com.

    Sebagai pembuka pesta gerhana tahun depan. Gerhana bulan 31 Januari punya beberapa keunikan. Salah satunya karena gerhana akan terjadi saat Bulan berada di titik terdekat dari Bumi atau perigee. Dengan begitu ketika gerhana berlangsung Bulan akan terlihat sedikit lebih besar dan terang. Perpaduan antara supermoon dan gerhana bulan total seperti saat ini akan membuat apa yang kita lihat nanti semakin menarik.

    Gerhana bulan 31 Januari juga bertepatan dengan bluemoon. Yaitu istilah untuk bulan purnama kedua dalam satu bulan Masehi. Bulan purnama pertama akan terjadi pada 3 Januari dan kedua pada 31 Januari. Perpaduan antara keduanya memang tidak akan memberi nilai tambah dalam penampakan. Namun ketika gerhana bulan total, supermoon, dan bluemoon terjadi bersamaan tentu akan menjadi keistimewaan dalam pengalaman.

    Gerhana bulan total 31 Januari akan terlihat di langit timur setelah senja. Fase gerhana bulan sebagian akan berlangsung pada pukul 18:48-22:11 WIB. Sedangkan fase gerhana bulan total berlangsung pada pukul 19:51-21:07 WIB. Durasi gerhana bulan total mencapai 1 jam 16 menit. Gerhana akan semakin baik bila disaksikan ke wilayah timur untuk mendekat ke pusat gerhana. Tantangan terbesar adalah cuaca karena gerhana terjadi saat musim hujan.

    Untuk menyambut rangkaian gerhana bulan total pada tahun 2018. Jejak Pengamat Langit akan menyelenggarakan trip istimewa bertema eclipse party untuk berburu gerhana bulan total. Eclipse party akan dimulai pada 31 Januari-2 Februari di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tapi kenapa harus Lombok?

    Pink Beach, Lombok. Kredit: thefinder.com.sg.

    Lombok dipilih karena berada lebih dekat ke pusat gerhana bulan di Samudera Pasifik. Sehingga kita bisa melihat semua fase gerhana bulan bahkan sejak awal sampai akhir fase gerhana penumbral. Selain itu Lombok juga punya iklim yang cenderung kering. Jadi diharapkan bisa meminimalisir potensi gangguan cuaca karena gerhana bulan 31 Januari terjadi saat musim hujan.

    Dan lebih dari itu Lombok adalah surga dengan banyak destinasi wisata yang eksotis. Sembari menikmati bulan purnama yang berubah warna kemerahan kita juga bisa mengunjungi Desa Adat Sade, Pantai Kuta, Bukit Marese, Gili Patelu, sampai Pink Beach yang tersohor itu.

    Itinerary


    Mulai: Bandara Lombok, 31 Januari 2018 pukul 09:00 WITA
    Akhir: Bandara Lombok, 2 Februari 2018 pukul 17:00 WITA

    Rabu, 31 Januari 2018
    • 07.30-09.00 Penjemputan di Bandara Lombok
    • 09.00-10.30 Perjalanan ke desa tenun Sukarara
    • 10.30-11.00 Explore desa tenun Sukarara
    • 11.00-11.30 Perjalanan ke desa adat Sade
    • 11.30-12.00 Explore desa adat Sade
    • 12.00-12.30 Perjalanan ke Pantai Kuta
    • 12.30-13.00 Explore Pantai Kuta
    • 13.00-14.00 Makan siang
    • 14.00-14.30 Perjalanan ke Pantai Seger
    • 14.30-15.00 Explore Pantai Seger
    • 15.00-15.30 Perjalanan ke Tanjung Aan
    • 15.30-16.00 Explore Tanjung Aan
    • 16.00-16.15 Perjalanan ke Bukit Merese
    • 16.15-18:30 Sunset di Bukit Merese
    • 18:30-20.00 Makan dan edukasi astronomi
    • 20.30-23.00 Eclipse Party - Mengamati gerhana bulan total
    • 23.30-00.30 Perjalanan kembali menuju hotel


    Kamis, 1 Februari 2018
    • 07.30-08.00 Bangun pagi dan sarapan
    • 08.30-10.00 Perjalanan menuju Dermaga Tanjung Luar
    • 10:00-10.30 Penyebrangan ke Gili Pasir
    • 10.30-11.00 Foto-foto di Gili Pasir
    • 11.00-12.00 Melanjutkan penyebrangan ke Gili Petelu
    • 12.00-13.00 Snorkling di sekitaran Gili Petelu (2 spot)
    • 13.00-14.30 Makan dan berfoto-foto di Pantai Pink
    • 14.30-15.00 Melanjutkan penyebrangan ke Pantai Segui
    • 15.00-17.00 Perjalanan balik ke Dermaga Tanjung Luar
    • 17:00-20:30 Menikmati sunset dan pengamatan di Dermaga Tanjung Luar
    • 20:30-21:30 Perjalanan menuju Mataram
    • 21:30-22:00 Makan malam dan kembali ke hotel


    Jumat, 2 Febuari 2018
    • 07:30-09:30 Sarapan
    • 10:00-13:00 Belanja oleh-oleh khas Lombok (mutiara, rumput laut, baju, dll)
    • 13:00-14:00 Makan siang
    • 14:00-15:00 Perjalanan menuju pusat sentra kerajinan gerabah
    • 15:00-16:00 Melihat dan belajar membuat gerabah
    • 16:00-17:00 Diantar kembali ke Bandara Lombok


    Fasilitas Tersedia
    • Hotel di Puri Senggigi
    • Makan 7 kali
    • Transportasi
    • Air mineral
    • Tour guide
    • Alat snorkeling
    • Boat ke Pantai Pink
    • Tiket masuk lokasi wisata
    • Izin lokasi pengamatan
    • Teleskop dan adapter kamera

    Tidak Termasuk
    • Pengeluaran pribadi
    • Tiket pesawat

    Harga Dan Pembayaran


    • Untuk pendaftaran hubungi Donna via SMS/WA 0858-8102-0403
    • Total harga Rp1.750.000,- dengan uang muka Rp.500.000,- sebagai reservasi dan sisanya paling lambat 16 Januari 2018
    • Diskon 10% untuk member Jejak Pengamat Langit dan 10% untuk umum yang membayar uang muka sampai Oktober 2017

    Syarat Dan Ketentuan


    Dengan mengikuti acara ini maka Anda telah setuju pada syarat dan ketentuan.

    Rabu, 02 Agustus 2017

    Di Selat Sunda, Kejora Tenggelam di Balik Candra

    Okultasi venus. Kredit: Wes Stone.

    Salah satu peristiwa astronomi terbesar tahun lalu adalah gerhana matahari total ketika bulan menutupi matahari. Sedangkan tahun ini peristiwa astronomi terbesarnya masih seputar gerhana. Tetapi pada gerhana kali ini bulan tidak akan menutupi matahari. Melainkan planet venus. Dengan begitu venus yang terlihat seperti bintang terang akan tertutup oleh bulan. Dan akhirnya, kejora hilang di balik candra.

    Meski secara pemahaman sama dengan gerhana. Tapi peristiwa tertutupnya planet atau bintang oleh bulan sering kali disebut okultasi. Sebagaimana gerhana, peristiwa okultasi venus terbilang langka. Terakhir kali okultasi venus terlihat di Indonesia tahun 2010. Dan setelah tahun ini okultasi venus baru terulang tahun 2022. Kesempatan ini tentu tidak boleh terlewatkan.

    Peta visibilitas okultasi venus. Kredit: nao.ac.jp.

    Senin, 18 September 2017 okultasi venus akan terlihat mulai dari Samudra Pasifik, melintasi New Zealand, Australia, Indonesia, dan berakhir di Samudra Hindia. Okultasi venus di Indonesia terjadi sekitar pukul 05:41 WIB. Menariknya meski banyak wilayah yang dilalui tapi okultasi venus tahun ini paling baik disaksikan dari Indonesia. Karena ketika okultasi venus terjadi di Indonesia matahari belum terbit. Sehingga venus dan bulan mudah terlihat. Tidak kalah terang dengan matahari.

    Meski begitu bukan berarti seluruh Indonesia adalah lokasi ideal mengamati okultasi venus. Lokasi terbaik untuk mengamati okultasi venus adalah di Sumatera dari Sumatera Utara ke selatan sampai Lampung serta ujung paling barat Pulau Jawa. Di mana ketika okultasi venus terjadi matahari belum terbit sehingga venus dan bulan bisa terlihat jelas. Jadi untuk melihat okultasi venus kita harus kembali "menjemput bola" sebagaimana gerhana matahari total tahun lalu.

    Sangiang. Kredit: CNN Indonesia.

    Untuk misi berburu okultasi venus ini Jejak Pengamat Langit akan mengadakan trip khusus ke Pulau Sangiang, Banten pada 17-18 September 2017!

    Selain melihat hilangnya kejora di balik candra. Kita juga akan mengamati milky way yang akan tenggelam. Tidak lupa edukasi dan pelatihan astrofotografi spesial edisi berburu okultasi venus sebelum pengamatan. Jadi tunggu apa lagi? Pastikan kamu ikut serta untuk mengantongi foto langka okultasi venus tahun 2017!

    Destinasi

    • Snorkeling Lagon bajo
    • Snorkeling Lagon waru
    • Hutan Mangrove
    • Pantai Pasir Panjang
    • Bukit Harapan
    • Saung Tungku
    • Bukit Begal
    • Goa Kelelawar
    • Menara Pandang
    • Keranjang Bunga
    • Tebing Putri

    Itinerary

    Mulai : Pelabuhan Paku Anyer, 17 September 2017 pukul 07:00 WIB
    Akhir : Pelabuhan Paku Anyer, 18 September 2017 pukul 10:00 WIB
      Minggu, 17 September 2017
      • 06:00-07.00 Meeting Pelabuhan Paku, Anyer
      • 07.00-08.00 Perjalanan kapal menuju Pulau Sangiang
      • 08.00-09.00 Snorkeling Lagon Bajo
      • 09.00-10.00 Snorkeling Lagon Waru
      • 10.00-10.15 Masuk Pulau melewati Hutan Bakau, Amazonnya Banten!
      • 10.15-13.00 Bersih-bersih, Makan Siang
      • 13.00-15.30 Istirahat homestay/prepare tenda (Ngecamp)
      • 15.30-16.00 Tebing Putri (Photo View)
      • 16.00-18.00 Berenang Pantai Pasir Panjang, hunting Sunset
      • 18.00-19.00 Bersih-bersih, Solat.
      • 19.00-22.00 Makan Malam, Edukasi, Pengamatan, Api unggun
      • 22.00-04.00 Istirahat
      Senin, 18 September 2017
      • 04.00-07.00 Pengamatan okultasi Venus
      • 07.00-08.00 Berkunjung ke Bukit Harapan, Saung tungku, Menara Pandang
      • 08:00-09:00 Berkunjung ke Bukit Begal, Goa Kelelawar, Keranjang Putri.
      • 09.00-10.00 Sarapan pagi. Persiapan Pulang.
      • 10.00 Perjalanan Pulang
      Fasilitas Tersedia
      • Kapal
      • Alat Snorkling (Masker, Snorkle, Life Jacket) 
      • Makan 3x (L,D,B) 
      • Asuransi
      • Permit
      • Doc Up & Underwater
      • Guide Lokal
      • Teleskop
      • Mounting teleskop untuk DSLR
      Sebaiknya Dibawa
      • Aplikasi Star Walk 2
      • Kamera DSLR
      • Keperluan pribadi

      Harga dan Pembayaran

      • Untuk pendaftaran hubungi Donna via SMS/WA 0858-8102-0403
      • Total harga Rp.650.000,- untuk umum dan member Jejak Pengamat Langit
      • Pembayaran uang muka Rp.500.000,- sebagai reservasi dan sisanya paling lambat 8 September 2017
      • Pendaftaran hanya terbuka bagi 30 peserta

      Syarat dan Ketentuan

      Dengan mengikuti acara ini maka Anda telah setuju pada syarat dan ketentuan.

      Senin, 15 Mei 2017

      Di Bawah Beribu Bintang di Atas Pulau Seribu

      Keindahan pantai Pulau Seribu. Kredit: JPS Wisata.

      Jejak Pengamat Langit (JPL) akan kembali menggelar star party bagi pecinta astronomi. Setelah berhasil dengan trip panjang ke Ijen-Bromo akhir April lalu. Kini kami akan mengadakan mini trip ke Pulau Seribu, DKI Jakarta. Mini trip ini akan berlangsung selama dua hari pada 29-30 Juli 2017.


      Update Kuota Peserta: habis (full booked)
      Diperbarui tiap ada pendaftar baru


      Karena destinasi dekat dan waktu singkat. Mini trip kali ini lebih ditujukan untuk siapa saja yang mau melakukan pengamatan dengan santai. Juga bagi mereka yang terbatas waktu, izin, ataupun kesehatan. Meski begitu kami tetap berusaha memberi pengalaman yang istimewa.

      Dari segi astronomi misalnya. Ketika mini trip berlangsung merupakan puncak dari hujan meteor Delta Aquarid. Sehingga beberapa meteor bisa kita saksikan selama star party nanti. Selain itu kita bisa berlatih astrofotografi memotret Bimasakti. Termasuk bisa berswafoto berlatar Bimasakti yang akan tenggelam.

      Langit yang gelap penuh bintang bisa kita saksikan. Karena mini trip berlangsung ketika tidak akan ada gangguan cahaya bulan. Dan berlangsung pada tengah musim kemarau. Sehingga kemungkinan langit cerah akan lebih dominan.

      Alur Acara

      Mulai: Kaliadem, 29 Juli 2017
      Selesai: Kaliadem, 30 Juli 2017

      Sabtu, 29 Juli 2017
      • 06.00 - 06:30 : Meet point di Pelabuhan Baru Kali adem, Di Muara Angke.
      • 07.00 - 09.30 : Perjalanan menuju pulau pari.
      • 10.00 - 11.00 : Sampai di pulau pari dilanjutkan check in Homestay. Kegiatan bebas.
      • 11.00 - 12.00 : Makan siang.
      • 13.00 - 17.00 : Snorkeling di 2 spot (Menyesuaikan cuaca), dan menikmati sunset.
      • 17.00 - 18.30 : Mandi dan istirahat.
      • 19.00 - 20.00 : Makan malam barbeque.
      • 20.00 - 21.00 : Edukasi astronomi.

      Minggu, 30 Juli 2017
      • 01.00 - 02.00 : Astrofotografi Bimasakti.
      • 02.00 - 05.00 : Berburu hujan meteor Delta Aquarid.
      • 05.00 - 07.00 : Menikmati sunrise di bukit matahari dan sepeda santai.
      • 07.00 - 09.00 : Sarapan. Kegiatan bebas.
      • 09.00 - 09:30 : Check out, standby di dermaga swafoto di patung ikan pari.

      Sebaiknya Dibawa

      • Keperluan pribadi seperti obat-obatan, dll.
      • Kamera DSLR atau setara.
      • Aplikasi peta bintang

      Harga dan Pembayaran

      • Untuk pendaftaran hubungi Donna via SMS/WA 0858-8102-0403.
      • Total harga Rp.600.000,- untuk umum dan Rp.500.000,- untuk member Jejak Pengamat Langit.
      • Pembayaran uang muka Rp.350.000,- sebagai reservasi dan sisanya paling lambat 30 Juni 2017.
      • Potongan harga Rp.50.000,- bagi 10 peserta pertama yang langsung melakukan pelunasan.
      • Pendaftaran akan ditutup sewaktu-waktu apabila kuota peserta sudah terpenuhi.

      Syarat dan Ketentuan

      Dengan mengikuti acara ini maka Anda telah setuju pada syarat dan ketentuan.

      Senin, 16 Januari 2017

      LOG: Pertemuan di Planetarium Jakarta, 13 Januari 2017

      Foto bersama setelah nonton teater bintang di Planetarium TIM. Dokumen Jejak Pengamat Langit.
      Pada 13 Januari 2017, klub astronomi Jejak Pengamat Langit sukses mengadakan acara nonton pertunjukan bintang di Planetarium Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 50 orang baik anggota maupun non-anggota, baik dari Jakarta maupun non-Jakarta.

      Ini merupakan acara pertemuan pertama kami dengan anggota klub di Jakarta, yang mana sebelumnya selalu dilakukan di Jawa Tengah. Pertemuan di Planetarium TIM ini diadakan untuk mendekatkan diri kepada anggota yang berada di wilayah Jawa Barat.

      Terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir, khususnya bagi anggota klub astronomi Jejak Pengamat Langit yang bersedia membantu pengurus menjadi panitia acara ini; Qisthan, Tri, Puji, dan Vice.

      Berikut beberapa foto pada pertemuan 13 Januari 2017:

      Tim panitia. Dari kiri ke kanan; Vice, Madhonna,Tri, Qisthan, Puji. Kredit: Osep Chaerul Anwar
      Beberapa anggota klub astronomi JPL yang datang. Kredit: Osep Chaerul Anwar
      Selfie Time! Kredit: Osep Chaerul Anwar
      Dan acara pun berakhir.. Kredit: Osep Chaerul Anwar