Ikuti Penjelajahan Alam Sambil Observasi Langit!

Imagination will often carry us to worlds that never were. But without it we go nowhere.
Carl Sagan

  • Kegiatan Daring

    Selain mengadakan kegiatan offline di berbagai daerah di Indonesia, kami juga aktif di ranah daring untuk menyebarluaskan astronomi melalui InfoAstronomy.org dan Kalastro.id

  • Komitmen

    Komitmen kami adalah menciptakan wadah bagi masyarakat luas yang menyukai astronomi dengan cara sederhana, menarik, dan mengasyikan bagi seluruh kalangan.

  • Pertumbuhan Cepat

    Saat ini kami memiliki lebih dari 250 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Para anggota ini merupakan anggota aktif yang kesemuanya merupakan pencita astronomi yang akhirnya mendapatkan wadah untuk berbagi.

  • Kegiatan Kami

    Astronomi Itu...

    Astronomi itu, menyatukan. Astronomi mempererat persaudaraan. Astronomi membuat kita sadar kecilnya kita di alam semesta yang maha luas. Tak perlu pengakuan, namun tetap satu tujuan.

    Cerita Terkini

    Rabu, 02 Agustus 2017

    Di Selat Sunda, Kejora Tenggelam di Balik Candra

    Okultasi venus. Kredit: Wes Stone.

    Salah satu peristiwa astronomi terbesar tahun lalu adalah gerhana matahari total ketika bulan menutupi matahari. Sedangkan tahun ini peristiwa astronomi terbesarnya masih seputar gerhana. Tetapi pada gerhana kali ini bulan tidak akan menutupi matahari. Melainkan planet venus. Dengan begitu venus yang terlihat seperti bintang terang akan tertutup oleh bulan. Dan akhirnya, kejora hilang di balik candra.

    Meski secara pemahaman sama dengan gerhana. Tapi peristiwa tertutupnya planet atau bintang oleh bulan sering kali disebut okultasi. Sebagaimana gerhana, peristiwa okultasi venus terbilang langka. Terakhir kali okultasi venus terlihat di Indonesia tahun 2010. Dan setelah tahun ini okultasi venus baru terulang tahun 2022. Kesempatan ini tentu tidak boleh terlewatkan.

    Peta visibilitas okultasi venus. Kredit: nao.ac.jp.

    Senin, 18 September 2017 okultasi venus akan terlihat mulai dari Samudra Pasifik, melintasi New Zealand, Australia, Indonesia, dan berakhir di Samudra Hindia. Okultasi venus di Indonesia terjadi sekitar pukul 05:41 WIB. Menariknya meski banyak wilayah yang dilalui tapi okultasi venus tahun ini paling baik disaksikan dari Indonesia. Karena ketika okultasi venus terjadi di Indonesia matahari belum terbit. Sehingga venus dan bulan mudah terlihat. Tidak kalah terang dengan matahari.

    Meski begitu bukan berarti seluruh Indonesia adalah lokasi ideal mengamati okultasi venus. Lokasi terbaik untuk mengamati okultasi venus adalah di Sumatera dari Sumatera Utara ke selatan sampai Lampung serta ujung paling barat Pulau Jawa. Di mana ketika okultasi venus terjadi matahari belum terbit sehingga venus dan bulan bisa terlihat jelas. Jadi untuk melihat okultasi venus kita harus kembali "menjemput bola" sebagaimana gerhana matahari total tahun lalu.

    Sangiang. Kredit: CNN Indonesia.

    Untuk misi berburu okultasi venus ini Jejak Pengamat Langit akan mengadakan trip khusus ke Pulau Sangiang, Banten pada 17-18 September 2017!

    Selain melihat hilangnya kejora di balik candra. Kita juga akan mengamati milky way yang akan tenggelam. Tidak lupa edukasi dan pelatihan astrofotografi spesial edisi berburu okultasi venus sebelum pengamatan. Jadi tunggu apa lagi? Pastikan kamu ikut serta untuk mengantongi foto langka okultasi venus tahun 2017!

    Destinasi

    • Snorkeling Lagon bajo
    • Snorkeling Lagon waru
    • Hutan Mangrove
    • Pantai Pasir Panjang
    • Bukit Harapan
    • Saung Tungku
    • Bukit Begal
    • Goa Kelelawar
    • Menara Pandang
    • Keranjang Bunga
    • Tebing Putri

    Itinerary

    Mulai : Pelabuhan Paku Anyer, 17 September 2017 pukul 07:00 WIB
    Akhir : Pelabuhan Paku Anyer, 18 September 2017 pukul 10:00 WIB
      Minggu, 17 September 2017
      • 06:00-07.00 Meeting Pelabuhan Paku, Anyer
      • 07.00-08.00 Perjalanan kapal menuju Pulau Sangiang
      • 08.00-09.00 Snorkeling Lagon Bajo
      • 09.00-10.00 Snorkeling Lagon Waru
      • 10.00-10.15 Masuk Pulau melewati Hutan Bakau, Amazonnya Banten!
      • 10.15-13.00 Bersih-bersih, Makan Siang
      • 13.00-15.30 Istirahat homestay/prepare tenda (Ngecamp)
      • 15.30-16.00 Tebing Putri (Photo View)
      • 16.00-18.00 Berenang Pantai Pasir Panjang, hunting Sunset
      • 18.00-19.00 Bersih-bersih, Solat.
      • 19.00-22.00 Makan Malam, Edukasi, Pengamatan, Api unggun
      • 22.00-04.00 Istirahat
      Senin, 18 September 2017
      • 04.00-07.00 Pengamatan okultasi Venus
      • 07.00-08.00 Berkunjung ke Bukit Harapan, Saung tungku, Menara Pandang
      • 08:00-09:00 Berkunjung ke Bukit Begal, Goa Kelelawar, Keranjang Putri.
      • 09.00-10.00 Sarapan pagi. Persiapan Pulang.
      • 10.00 Perjalanan Pulang
      Fasilitas Tersedia
      • Kapal
      • Alat Snorkling (Masker, Snorkle, Life Jacket) 
      • Makan 3x (L,D,B) 
      • Asuransi
      • Permit
      • Doc Up & Underwater
      • Guide Lokal
      • Teleskop
      • Mounting teleskop untuk DSLR
      Sebaiknya Dibawa
      • Aplikasi Star Walk 2
      • Kamera DSLR
      • Keperluan pribadi

      Harga dan Pembayaran

      • Untuk pendaftaran hubungi Donna via SMS/WA 0858-8102-0403
      • Total harga Rp.650.000,- untuk umum dan member Jejak Pengamat Langit
      • Pembayaran uang muka Rp.500.000,- sebagai reservasi dan sisanya paling lambat 8 September 2017
      • Pendaftaran hanya terbuka bagi 30 peserta

      Syarat dan Ketentuan

      Dengan mengikuti acara ini maka Anda telah setuju pada syarat dan ketentuan.

      Senin, 15 Mei 2017

      Di Bawah Beribu Bintang di Atas Pulau Seribu

      Keindahan pantai Pulau Seribu. Kredit: JPS Wisata.

      Jejak Pengamat Langit (JPL) akan kembali menggelar star party bagi pecinta astronomi. Setelah berhasil dengan trip panjang ke Ijen-Bromo akhir April lalu. Kini kami akan mengadakan mini trip ke Pulau Seribu, DKI Jakarta. Mini trip ini akan berlangsung selama dua hari pada 29-30 Juli 2017.


      Update Kuota Peserta: habis (full booked)
      Diperbarui tiap ada pendaftar baru


      Karena destinasi dekat dan waktu singkat. Mini trip kali ini lebih ditujukan untuk siapa saja yang mau melakukan pengamatan dengan santai. Juga bagi mereka yang terbatas waktu, izin, ataupun kesehatan. Meski begitu kami tetap berusaha memberi pengalaman yang istimewa.

      Dari segi astronomi misalnya. Ketika mini trip berlangsung merupakan puncak dari hujan meteor Delta Aquarid. Sehingga beberapa meteor bisa kita saksikan selama star party nanti. Selain itu kita bisa berlatih astrofotografi memotret Bimasakti. Termasuk bisa berswafoto berlatar Bimasakti yang akan tenggelam.

      Langit yang gelap penuh bintang bisa kita saksikan. Karena mini trip berlangsung ketika tidak akan ada gangguan cahaya bulan. Dan berlangsung pada tengah musim kemarau. Sehingga kemungkinan langit cerah akan lebih dominan.

      Alur Acara

      Mulai: Kaliadem, 29 Juli 2017
      Selesai: Kaliadem, 30 Juli 2017

      Sabtu, 29 Juli 2017
      • 06.00 - 06:30 : Meet point di Pelabuhan Baru Kali adem, Di Muara Angke.
      • 07.00 - 09.30 : Perjalanan menuju pulau pari.
      • 10.00 - 11.00 : Sampai di pulau pari dilanjutkan check in Homestay. Kegiatan bebas.
      • 11.00 - 12.00 : Makan siang.
      • 13.00 - 17.00 : Snorkeling di 2 spot (Menyesuaikan cuaca), dan menikmati sunset.
      • 17.00 - 18.30 : Mandi dan istirahat.
      • 19.00 - 20.00 : Makan malam barbeque.
      • 20.00 - 21.00 : Edukasi astronomi.

      Minggu, 30 Juli 2017
      • 01.00 - 02.00 : Astrofotografi Bimasakti.
      • 02.00 - 05.00 : Berburu hujan meteor Delta Aquarid.
      • 05.00 - 07.00 : Menikmati sunrise di bukit matahari dan sepeda santai.
      • 07.00 - 09.00 : Sarapan. Kegiatan bebas.
      • 09.00 - 09:30 : Check out, standby di dermaga swafoto di patung ikan pari.

      Sebaiknya Dibawa

      • Keperluan pribadi seperti obat-obatan, dll.
      • Kamera DSLR atau setara.
      • Aplikasi peta bintang

      Harga dan Pembayaran

      • Untuk pendaftaran hubungi Donna via SMS/WA 0858-8102-0403.
      • Total harga Rp.600.000,- untuk umum dan Rp.500.000,- untuk member Jejak Pengamat Langit.
      • Pembayaran uang muka Rp.350.000,- sebagai reservasi dan sisanya paling lambat 30 Juni 2017.
      • Potongan harga Rp.50.000,- bagi 10 peserta pertama yang langsung melakukan pelunasan.
      • Pendaftaran akan ditutup sewaktu-waktu apabila kuota peserta sudah terpenuhi.

      Syarat dan Ketentuan

      Dengan mengikuti acara ini maka Anda telah setuju pada syarat dan ketentuan.

      Senin, 16 Januari 2017

      LOG: Pertemuan di Planetarium Jakarta, 13 Januari 2017

      Foto bersama setelah nonton teater bintang di Planetarium TIM. Dokumen Jejak Pengamat Langit.
      Pada 13 Januari 2017, klub astronomi Jejak Pengamat Langit sukses mengadakan acara nonton pertunjukan bintang di Planetarium Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 50 orang baik anggota maupun non-anggota, baik dari Jakarta maupun non-Jakarta.

      Ini merupakan acara pertemuan pertama kami dengan anggota klub di Jakarta, yang mana sebelumnya selalu dilakukan di Jawa Tengah. Pertemuan di Planetarium TIM ini diadakan untuk mendekatkan diri kepada anggota yang berada di wilayah Jawa Barat.

      Terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir, khususnya bagi anggota klub astronomi Jejak Pengamat Langit yang bersedia membantu pengurus menjadi panitia acara ini; Qisthan, Tri, Puji, dan Vice.

      Berikut beberapa foto pada pertemuan 13 Januari 2017:

      Tim panitia. Dari kiri ke kanan; Vice, Madhonna,Tri, Qisthan, Puji. Kredit: Osep Chaerul Anwar
      Beberapa anggota klub astronomi JPL yang datang. Kredit: Osep Chaerul Anwar
      Selfie Time! Kredit: Osep Chaerul Anwar
      Dan acara pun berakhir.. Kredit: Osep Chaerul Anwar

      Sabtu, 03 Desember 2016

      Blue Fire Kawah Ijen: Satu dari Hanya Dua di Dunia!

      Blue fire di Kawah Ijen, Banyuwangi adalah fenomena api abadi berwarna biru yang muncul dari celah-celah tebing Kawah Ijen pada malam hari. Blue fire terjadi akibat pembakaran sempurna antara senyawa asam yang secara alami dihasilkan oleh Gunung Ijen dengan oksigen. Selain menakjubkan blue fire pun begitu langka. Diketahui fenomena blue fire hanya bisa ditemui di dua (ya, cuma dua!) tempat di dunia. Satu di Indonesia dan satu di Islandia.

      Blue fire Kawah Ijen. Via: Rizki Rahmatia.

      Pemandangan cahaya biru terang di antara tebing tinggi dan gelap malam membuat blue fire menjadi incaran banyak orang ketika berwisata ke Kawah Ijen. Bukan cuma wisatawan domestik namun hingga wisatawan mancanegara. Tidak heran jika kemudian blue fire dijadikan salah satu destinasi unggulan yang ada di Banyuwangi, bahkan Indonesia. Dan kita yang berada di Indonesia tentu tidak boleh melewatkan kemewahan di rumah sendiri.

      Blue Fire Kawah Ijen

      Kawah Ijen berada di puncak Gunung Ijen dengan ketinggian 2.443 meter di atas permukaan laut. Kawah Ijen adalah kawah asam terluas di dunia. Luas kawah mencapai 5.466 hektar dan kedalaman mencapai 200 meter. Megahnya Kawah Ijen bahkan membuatnya lebih mirip danau daripada kawah. Ya, danau di puncak gunung dengan warna hijau toska. Sungguh indah. Dan masih dari Kawah Ijen kita pun bisa melihat deretan gunung lain yang ada di kompleks Pegunungan Ijen. Di antaranya Gunung Merapi, Gunung Raung, Gunung Suket, dan Gunung Rante.

      Kaldera Gunung Ijen. Kredit: Martin Marthadinata.

      Karena tingginya keasaman di Kawah Ijen membuat senyawa asam terlepas hingga dalam bentuk gas dengan aroma menyengat. Gas asam inilah yang secara alami terbakar dengan oksigen membentuk fenomena yang kita kenal sebagai blue fire. Satu yang menarik adalah bahwa tanpa terjadinya blue fire maka gas senyawa asam akan terakumulasi. Sehingga dengan konsetrasi keasaman yang tinggi gas ini bisa beracun dan mematikan.

      Namun ancaman bukan hanya berasal dari Kawah Ijen semata. Gunung Ijen sendiri adalah raksasa yang tengah tertidur panjang. Itu karena Gunung Ijen termasuk gunung yang masih aktif sampai sekarang. Gunung Ijen tercatat mengalami erupsi terakhir pada tahun 1999. Dimana dalam satu abad Gunung Ijen bisa mengalami erupsi hingga 3 kali. Dan itu sama sekali belum terjadi abad ini.

      Tapi tentu saja itu semua bukan untuk kita takuti. Gunung Ijen dan Kawah Ijen tidak lain adalah si cantik yang perlu kita perlakukan secara hormat. Tanpa rasa telah mengalahkannya hanya karena telah sampai pada puncaknya.

      Dimana Lokasi Kawah Ijen?


      Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur. Dengan begitu untuk sampai ke Kawah Ijen bisa memulai perjalanan dari Bondowoso ataupun Banyuwangi. Meski begitu rute dari Banyuwangi barangkali lebih mudah khususnya bagi wisatawan dari luar provinsi karena telah terhubung dengan kereta api dan pesawat. Untuk kereta api kita bisa berangkat dari Surabaya menuju Banyuwangi dengan Kereta Probowangi.

      Dari Banyuwangi perjalanan dimulai menuju Licin sejauh 15 Km dengan kendaraan umum. Kemudian dari Licin menuju Paltuding sejauh 18 Km dengan ojek dan diteruskan sejauh 6 Km menggunakan Jeep sebelum ke Paltuding. Setelah sampai di Paltuding ada baiknya beristirahat sejenak di penginapan setempat untuk memulai perjalanan menuju Kawah Ijen pada dini hari. Karena pendakian akan dilakukan pada malam hari disarankan pula untuk mencari guide untuk menemani.

      Kapan Sebaiknya Melihat Blue Fire?

      Sebagaimana pendakian gunung pada umumnya, menuju ke Kawah Ijen pun sebaiknya dilakukan selama musim kemarau antara April-September setiap tahunnya. Alasannya sudah jelas untuk menghindari kemungkinan hujan ketika pendakian yang membuat jalan semakin licin dan berbahaya. Selain itu jika dipaksakan pun blue fire akan sulit terlihat jika sedang hujan. Jadi jika ingin melihat blue fire di Kawah Ijen sebaiknya siapkan agenda jauh-jauh hari.

      Blue Fire Kawah Ijen. Kredit: Haryadi Wijaya.

      Sedangkan waktu terbaik untuk melihat blue fire adalah pada dinihari antara pukul 01:00-03:00 WIB. Jadi jika ingin sampai ke Kawah Ijen tepat waktu maka kita harus melakukan pendakian mulai awal malam hari. Sedangkan seusai melihat blue fire bisa dilanjutkan dengan berburu matahari terbit di ketinggian. Cukup menarik bahwa karena Banyuwangi adalah wilayah paling timur di Jawa maka matahari terbit di Banyuwangi adalah yang pertama di Jawa.